Saat manusia terlahir kedunia Allah SWT telah menetapkan takdirnya masing-masing, kelebihan dan juga keistimewaan yang diberikan oleh-Nya berbeda dari satu individu ke individu lainnya. Adanya perbedaan ini membuat individu yang menjalani kehidupan tersebut.
Perbedaan tersebut sangat berpengaruh pada keberlangsungan hidup manusia yang mengakibatkan adanya kelompok masyarakat, baik menengah keatas dan menengah kebawah. Kelompok menengah kebawah dan lemah biasa kita sebut dengan istilah kaum duafa.
Di dalam Al-Quran, kata dhuafa juga berasal dari dh’afa atau dhi’afan. Makna kata lemah ini menyangkut lemah dalam aspek kesejahteraan atau finansial. Kata ini seperti yang terdapat dalam Al-Qur'an surat An-Nisaa' ayat 9 :
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا
Artinya : "Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar."
Agar tidak salah memahami tentang siapa sebenarnya yang dimaksud dengan dhuafa. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Orang-orang miskin
2. Hamba sahaya atau orang dalam tahanan atau tawanan
3. Kaum difabel atau cacat fisik
4. Orang lanjut usia
5. Janda miskin
6. Orang dengan penyakit tertentu
7. Buruh atau pekerja kasar
8. Rakyat kecil yang tertindas
9. Korban Bencana
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Az-Zalzalah, ayat 7 dan 8 sebagai berikut:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
Artinya: "Barangsiapa berbuat kebaikan sebesar zaroh pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan keburukan sebasar zaroh pun, niscaya ia akan melihat (balasan)nya pula."
Jika disimpulkan dari semuanya memperdayakan kaum dhuafa merupakan sebuah keutamaan bagi seorang muslim. Sebisa mungkin kita harus terus mengulurkan bantuan pada yang membutuhkan.
Pemberdayaan yang dilakukan juga tidak cukup dengan memberikan uang. Kita harus bisa memikirkan gerakan apa yang harus dilakukan agar saudara seiman kita sejahtera.
Sumber :
Farhan, Ahmad. “Al-Quran Dan Keberpihakan Kepada Kaum Duafa.” Jurnal Imiyah Syi’ar 15, no. 2 (2015): 1–16.
Mulyadi, Mohammad. “Organisasi Masyarakat (ORMAS) Dompet Dhuafa Dalam Perspektif Pemberdayaan Masyarakat.” Aspirasi 3, no. 2 (2012): 167–178.
Novanto, Riza Awal, Toto Santi Aji, Riza Awal Novanto, Universitas Muhammadiyah Cirebon, Toto Santi Aji, and Universitas Muhammadiyah Cirebon. “PEMBERDAYAAN KAUM DUAFA DALAM PERSPEKTIF AL- QUR ’ AN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar