Rabu, 12 Januari 2022

1 Abad Muhammadiyah (Kontribusi Muhammadiyah dalam memajukan bangsa)

Muhammadiyah pada tangggal 18 November 2012  tepat berusia 100 tahun atau 1 abad. Organisasi yang  didirikan oleh KHA Dahlan di Kauman Yogyakarta pada 8 Dzulhijjah 1330 H / 18 November 1912 M saat ini sudah melakukan ribuan amal usaha. Dalam memajukan Agama dan juga Indonesia. Muhammadiyah telah melakukan berbagai pengembangan, misalnya di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dll. 

Data yang tercatat menuliskan Muhammadiyah memberikan sumbangan dalam bidang pendidikan dengan mendirikan 1132 SD; 169 MI; 1184 SMP; 534 MTs; 511 SMA; 263 SMK; 172 MA; 67 Pondok Pesantren; 55 Akademi; 4 Politehnik; 70 Sekolah Tinggi dan 36 Universitas. Serta ikut andil dalam pembangunan fasilitas kesehatan dengan membangun 97 Rumah Sakit dan 214 Klinik yang tersebar di Sumatera (6 Rumah Sakit dan 37 Klinik) , Jawa (81 Rumah Sakit dan 141 Klinik), Kalimantan ( 4 Rumah Sakit dan 19 Klinik), Sulawesi (4 Rumah Sakit dan 15 Klinik), Maluku (1 Rumah Sakit), Nusa Tenggara Barat (1 Rumah Sakit dan 1 Klinik) dan Papua (1 Klinik)

Setiap tahunnya Muhammadiyah selalu mengalami perkembangan dan kemajuan baik dari kader Muhamamdiyah maupun dari amal usaha. Tercatat saat ini Muhammadiyah juga mengembangkan sayapnya dengan membentuk PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) di Malaysia, Australia, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Belanda, Mesir, Arab Saudi, Libya. Bahkan Perguaruan Tapak Suci (Pencak Silat Muhammadiyah) sangat dikenal dan berkembang dengan baik di Eropa terutama di Belanda, Inggris, Belgia, Prancis, dll. 

Prestasi Muhammadiyah dalam mencerahkan bangsa sudah tidak diragukan lagi.  Berbagai amal usaha dibidang sosial seperti panti asuhan, panti jompo, rumah singgah juga terus dikembangkan dengan filosofi semangat Al-Maun yang telah tertanam dalam diri kader Muhammadiyah. Muhammadiyah juga telah mencetak kader yang kualitas dan bermanfaat untuk negeri ini. Seperti Boediono Wakil Presiden RI alumni SD Muhammadiyah Blitar, Jenderal Soedirman, Soekarno, serta para tokoh bangsa yang tidak bisa dihitung jumlahnya. 


Muhammadiyah juga terus melakukan inovasi dengan sesuai dengan perkembangan jaman seperti membuat mobil "Sang Surya" karya Muhammadiyah 2 Borobudur Jawa Tengah dan mobil listrik karya mobil Suryawangsa karya siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang. ini hanya beberapa contoh kecil prestasi Muhammadiyah. Sang Surya 1 Abad sudah menyinari negeri ini. Tak kenal lelah untuk mencerahkan dan memberikan yang terbaik untuk negeri ini. Semoga Muhammadiyah terus bersinar dan selalu mencerahkan bangsa.

Rabu, 22 Desember 2021

Islam berkemajuan dan Indonesia berkemajuan

 


Dalam kehidupan masyarakat modern masalah yang paling mendasar adalah kegagalan memahami ilmu pengetahuan. Hal ini bisa terjadi karena masuknya berbagai paham dari barat yaitu liberal dan sekuler ke dalam ilmu-ilmu kontemporer. Pemahaman yang kurang tepat dapat mengakibatkan tindakan yang salah dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat mengakibatkan seseorang tidak akan menemui kebahagiaan, melainkan penderitaan dan kesengsaraan. Sebagai contoh misalkan di zaman modern ini dimana meningkatnya perkembangan pengetahuan, teknologi dan informasi seharusnya manusia mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan jiwa, tetapi justru sebaliknya berbagai kesulitan, penderitaan, keresahan dan kehampaan jiwa terus terjadi dalam diri manusia bahkan keadaan alampun semakin rusak. Untuk itulah diperlukan
pemahaman yang kosmopolitan yakni Islam berkemajuan yang digagas Muhammadiyah untuk menyeimbangkan kebutuhan intelektual, spiritual dan emosional.

Muhammadiyah merupakan gerakan “Islam Modernis” juga Islam reformis dengan etos atau filosofi yang menjadi dasarnya adalah surah ke-107 dari Al-Quran yaitu Al-Ma’un, yang
berusaha menghapuskan budaya bit’ah, takhayul, dan kurafat yang ada dalam budaya masyarakat.

Muhammadiyah berani mengeluarkan pikiran yang sehat dan murni dengan dasar Al-Qur’an dan Hadist. Dalam perkembanggannya Muhammadiyah mengembangkan istilah Islam berkemajuan yang berupaya mengembangkan etos dari Surah Al-A’shr bukan sekedar berbicara tentang kewajiban menyantuni orang-orang miskin, tetapi juga berkewajiban berproses untuk membentuk peradabanutama.

Makna dari kata berkemajuan adalah dekat dengan selalu berpikir ke depan, visioner, selalu one step ahead dari kondisi sekarang”. Dalam salah satu buku resmi Muhammadiyah, yaitu Indonesia Berkemajuan: Rekonstruksi kehidupan Kebangsaan yang bermakna, disebutkan bahwa makna manusia berkemajuan adalah “manusia yang senantiasa mengikuti ajaran agama dan sejalan dengan kehendak zaman”. Buku yang sudah mendapat pengesahan dalam Tanwir Muhammadiyah ini juga menyebutkan definisi “berkemajuan” ketika dijadikan sebagai kata sifat (adjective) untuk kata Indonesia, yaitu “Indonesia Berkemajuan dapat dimaknai sebagai negara utama (al-madinah al-fadhilah), Negara berkemakmuran dan berkeadaban (umran), dan negara yang sejahtera.

Negara Berkemajuan adalah negara yang
mendorong terciptanya fungsi kerisalahan dan kerahmatan yang didukung sumber daya manusia yang cerdas, berkepribadian, dan berkeadaban mulia.

Muhammadiyah merupakan gerakan pencerahan menuju Indonesia Berkemajuan. Konsep “Islam Berkemajuan” di era modern ini adalah merupakan respon dari fenomena yang ada yaitu Globalisasi, terutama kebudayaan, baik dalam bentuk Arabisasi ataupun Westernisasi. Globalisasi sering dipahami sebagai proses penyatuan dunia di mana waktu, jarak, dan tempat bukan lagi persoalan dan ketika hal dan setiap orang di bumi ini terkait satu sama lain. 

Ada empat pergerakan utama dalam globalisasi yaitu barang dan layanan, informasi, orang dan modal. Perpindahan dengan sangat cepat hanya terjadi setelah revolusi dalam teknologi telekomunikasi dan transportasi pada beberapa decade belakangan ini. Salah potensi yang diberikan Allah kepada manusia adalah akal pikiran. Inilah yang kemudian dikembangkan oleh Muhammdiyah, berusaha mengoptimalkan akal untuk mengembangkan wawasan Islam.

Dengan mengembangkan kemampuan akal inilah maka Muhammadiyah berinovasi dalam mengembangkan dakwah dan program nyata untuk mengangkat citra Islam di Masyarakat. Seperti Muhammadiyahmembangun banyak rumah sakit dalam upaya menerapkan konsep Islam yang kosmopolitan Sehingga umat Islam tidak tertinggal oleh umat-umat yang lain. Hal ini sebagai bentukpemberian dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Begitu Peran Muhammadiyah ssangat banyak sekali di bidang pendidikan sehingga Muhammdiyah punya andil yang besar untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa terutama menjadikan umat Islam adalah umat yang terbaik.

Selasa, 07 Desember 2021

Penghimpunan Dana (fundraising)

A. Pengertian Fundraising

Fundraising dalam kamus Iggris-Indonesia adalah pengumpulan dana, sedangkan orang yang mengumpulkan dana disebut Fundraiser. Sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia, yang dimaksudkan pengumpulan adalah proses, cara, perbuatan mengumpulkan; perhimpunan; pengerahan. Sedangkan yang dimaksud dengan dana adalah uang yang
disediakan untuk keperluan: biaya; pemberian; hadiah; derma.

Fundraising dapat diartikan sebagai kegiatan dalam rangka menghimpun dana dari masyarakat dan sumber daya lainnya
dari masyarakat (baik individu, kelompok, organisasi, perusahaan ataupun pemerintah) yang akan digunakan untuk membiayai program dan kegiatan operasional organisasi lembaga sehingga mencapai tujuannya.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa fundraising atau penggalangan dana adalah kegiatan penghimpunan dana yang mana dalam kegiatan itu, penggalangan dana menjual ide orang-orang yang mempunyai daya kreatifitas dan imajinasi yang tinggi, sehingga mampu menghimpun beberapa dari donator yang bisa dimanfaatkan untuk mendayagunakan mustahik.

B. Metode Fundraising
1. Metode Fundraising Langsung (Direct Fundraising)
2. Metode Fundraising Tidak Langsung (Indirect Fundraising)

C. Teknik Fundraising

1. Bentuk atau cara-cara promosi

Adapun bentuk promosi yang dapat dilakukan antara lain: 

a). Surat contohnya adalah surat penawaran atau surat permohonan untuk
berzakat, infak atau sedekah.

b) Presentasi, baik presentasi kepada individu, maupun presentasi kepada kelompok.

c) Bang cetakan, contoh adalah brosur, leaflet, poster atau flier.


d) Penerbitan, contoh adalah buku, bulletin, majalah atau koran.


e) Iklan, contoh adalah iklan dimedia cetak, media elektronik, internet dan media luar ruang.

f) Asesoris dan Gift contohnya adalahballpoin, stiker, gantungan kunci, pembatas buku, kaos, topi, kelender, agenda dan sebagainya.

g) Event contohnya, adalah seminar, pelatihan, lomba, festival, dan malam amal.

2. Teknik atau cara-cara melayani transaksi donasi.

Adapun teknik-teknik atau cara-cara penerimaan yang dapat dipilih adalah:
a) Bayar langsung.


b) Jemput Zakat, Infak dan sedekah.


c) Sertifikat donasi (sertifikat amal).


d) Kotak infak / kotak amal.


e) Counter /Gerai.


f) Trasfer via rekening bank.


g) Debet langsung setiap bulan dari rekening donatur.


h) Pembayaran via phone.


i) Pembayaran via ATM.


j) Pembayaran via kartu Debet.


k) Pembayaran via SMS.


l) Pembayaran via Internet.


m) Pemotongan laba perusahaan.


n) Kerjasama pemanfaatan atau penyaluran dan ZIS atau sosial.


o) Penjualan Merchandise.


p) Sponsorship

D. Penyebab gagalnya Fundraising


1. Masyarakat belum sepenuhnya percaya terhadap lembaga amil zakat
2. Adanya kaum muslimin yang belum mengerti cara menghitung zakat, dan kepada siapa zakatnya dipercayakan untuk disalurkan.
3. Rendahnya efisiensi dan efektivitas pendayagunaan dana zakat.


Daftar pustaka
Abidah, Atik. “Analisis Strategi Fundraising Terhadap Peningkatan Pengelolaan Zis Pada Lembaga Amil Zakat Kabupaten Ponorogo.” Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam 10, no. 1 (2016): 109–131.https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/kodifikasia/article/view/804.

Hasanah, Uswah. “Sistem Fundraising Zakat Lembaga Pemerintah Dan Swasta (Studi Komparatif Pada Badan Amil Zakat Nasional Kota Palu.” Istiqra 3, no. 2 (2016): 226.

Mubarok, Abdulloh, and Baihaqi Fanani. “Penghimpunan Dana Zakat Nasional.” Permana 5, no. 2 (2014): 7–16.

Selasa, 09 November 2021

Pemberdayaan Kaum Dhuafa

Saat manusia terlahir kedunia Allah SWT telah menetapkan takdirnya masing-masing, kelebihan dan juga keistimewaan yang diberikan oleh-Nya berbeda dari satu individu ke individu lainnya. Adanya perbedaan ini membuat individu yang menjalani kehidupan tersebut.

Perbedaan tersebut sangat berpengaruh pada keberlangsungan hidup manusia yang mengakibatkan adanya kelompok masyarakat, baik menengah keatas dan menengah kebawah. Kelompok menengah kebawah dan lemah biasa kita sebut dengan istilah kaum duafa.

Di dalam Al-Quran, kata dhuafa juga berasal dari dh’afa atau dhi’afan. Makna kata lemah ini menyangkut lemah dalam aspek kesejahteraan atau finansial. Kata ini seperti yang terdapat dalam Al-Qur'an surat An-Nisaa' ayat 9 :

وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا

Artinya : "Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar."

Agar tidak salah memahami tentang siapa sebenarnya yang dimaksud dengan dhuafa. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Orang-orang miskin

2. Hamba sahaya atau orang dalam tahanan atau tawanan

3. Kaum difabel atau cacat fisik

4. Orang lanjut usia

5. Janda miskin

6. Orang dengan penyakit tertentu

7. Buruh atau pekerja kasar

8. Rakyat kecil yang tertindas

9. Korban Bencana

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Az-Zalzalah, ayat 7 dan 8 sebagai berikut: 

 فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ 

Artinya: "Barangsiapa berbuat kebaikan sebesar zaroh pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan keburukan sebasar zaroh pun, niscaya ia akan melihat (balasan)nya pula."

Jika disimpulkan dari semuanya memperdayakan kaum dhuafa merupakan sebuah keutamaan bagi seorang muslim. Sebisa mungkin kita harus terus mengulurkan bantuan pada yang membutuhkan. 

Pemberdayaan yang dilakukan juga tidak cukup dengan memberikan uang. Kita harus bisa memikirkan gerakan apa yang harus dilakukan agar saudara seiman kita sejahtera. 


Sumber :

Farhan, Ahmad. “Al-Quran Dan Keberpihakan Kepada Kaum Duafa.” Jurnal Imiyah Syi’ar 15, no. 2 (2015): 1–16.

Mulyadi, Mohammad. “Organisasi Masyarakat (ORMAS) Dompet Dhuafa Dalam Perspektif Pemberdayaan Masyarakat.” Aspirasi 3, no. 2 (2012): 167–178.

Novanto, Riza Awal, Toto Santi Aji, Riza Awal Novanto, Universitas Muhammadiyah Cirebon, Toto Santi Aji, and Universitas Muhammadiyah Cirebon. “PEMBERDAYAAN KAUM DUAFA DALAM PERSPEKTIF AL- QUR ’ AN

Selasa, 26 Oktober 2021

Potret kemiskinan di Indonesia

 

Istilah "kemiskinan" muncul ketika seseorang atau sekelompok orang tidak mampu mencukupi tingkat kemakmuran ekonomi yang dianggap sebagai kebutuhan minimal dari standar hidup yang tertentu. 


Kemiskinan yang tidak segera diatasi dapat menjadi sebuah masalah sosial, bisa saja kemiskinan ini menjadi latar belakang seseorang melakukan kriminalitas. 

Meskipun kemiskinan adalah sebuah fenomena sosial, kemiskinan tetap menjadi kasus penelitian bidang lain. Dengan banyaknya perhatian yang ditujukan pada kemiskinan menunjukkan bahwa kemiskinan merupakan kasus yang serius.

Indonesia juga menganggap kemiskinan adalah sebuah kasus yang harus ditangani dengan serius. Bisa dilihat dari data statistik kemiskinan di tahun 2010 dari yang awalnya 31,02 juta jiwa (BPS, 2010). Jumlah ini turun 1,51 juta dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada Maret 2009 yang sebesar 32,53 juta (14,15 persen). Meskipun jumlah penduduk miskin di Indonesia menunjukkan kecenderungan menurun, namun secara absolut jumlah penduduk miskin ini masih sangat besar, 31 juta jiwa. Sampai saat ini pemerintah masih berusaha untuk memperkecil angka kemiskinan di Indonesia.


Kamis, 21 Oktober 2021

Kasus Konversi Agama Karna Kemiskinan

Kemiskinan merupakan sebuah kondisi yang berada di bawah garis nilai standar kebutuhan minimum, baik sandang maupun pangan, Pada hakikatnya kemiskinan yang kita alami pada saat ini bukanlah sesuatu yang memalukan. 

Kondisi ini sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuk kita, sehingga secara langsung menuntut kita untuk terus berusaha agar kondisi tersebut dapat diperbaiki. Hanya dengan usaha yang keras, maka kondisi yang kita alami dapat diubah secara signifikan. 

Namun tidak semua manusia kuat untuk menghadapi kehidupan pada kondisi negatif atau minus ekonomi tersebut.  Kondisi yang sangat kompleks seperti  kebingungan, tekanan, dan perasaan putus asa, dapatmendorong seseorang untuk mencari perlindungan pada kekuatan lain yang dianggap mampu memberinya jawaban, ketenangan, dan ketentraman jiwa. 

Dan agama adalah salah satunya, karna tak jarang agama dihubungkan dengan masalah-masalah yang menjadi perhatian utama dalam kehidupan seperti pencarian makna hidup, penderitaan, kematian dan hal-hal yang dianggap berkaitan dengan eksistensi hidup manusia. 

Seperti yang terjadi di Dusun Kulonkali, Desa Sumbermanjing-kulon, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang.  Kontrnversi agama dari Islam ke Kristen terjadi karena faktor kemiskinan, baik kemiskinan ekonomi maupun kemiskinan akidah (lemahnya pemahaman masyarakat terhadap agama, Islam). 

Senin, 07 Juni 2021

Jangan Takut Pergi Ke BK

 "Kamu mau ke ruang BK? Pasti abis bikin masalah ya kamu. Ati ati nanti diomelin". Hayoo siapa yang disini masih mikir kayak gituu, kayaknya masih banyak ya. Tapi pemikiran kayak gini salah yaa teman teman, BK itu bukan tempat buat ngehukum anak bermasalah aja teman teman. BK punya tugas yang lain loh, apa aja sih emangnya? Nah disini kita bakal ngebahas apa aja tugas guru BK disekolah.

Tujuan adanya BK disekolah adalah untuk membantu siswa dalam mencapai tugas tugas perkembangannya. Jadi Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah salah satu usaha untuk membantu kamu dalam mengembangkan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan masa depan. 

Pelayanan ini juga berfungsi untuk mengembangkan potensi bakat dan minat yang dimiliki kamu. Dengan begitu, kamu mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya dengan optimal. 

Untuk lebih jelasnya, tugas tugas guru BK disekolah kamu itu seperti ini :

1. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupan peserta didik di masa yang akan datang.

2. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan dan lingkungan masyarakat.

3. Mengetahui hambatan dan kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat.

4. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki oleh peserta didik seoptimal mungkin.

5. Memiliki kesadaran diri untuk menggambarkan penampilan dan mengenal kekhususan yang ada pada dirinya.

6. Mampu melaksanakan keterampilan atau teknik belajar secara efektif.

7. Mampu mengembangkan sikap positif, seperti menggambarkan orang-orang yang mereka senangi.

Nah, mulai sekarang kita bisa tau jika teman kita atau orang lain pergi ke BK itu bukan cuma karena mereka membuat masalah ya!. Oleh karena itu, mulai sekarang jangan takut untuk pergi ke BK!

1 Abad Muhammadiyah (Kontribusi Muhammadiyah dalam memajukan bangsa)

Muhammadiyah pada tangggal 18 November 2012  tepat berusia 100 tahun atau 1 abad. Organisasi yang  didirikan oleh KHA Dahlan di Kauman Yogya...